Pola Makan Anak Selama Pubertas

SehatFresh.com – Pubertas merupakan fase di mana seorang anak ke masa remaja dan kematangan seksual. Selama masa pubertas, tubuh akan mengalami banyak perubahan yang memengaruhi cara anak yang menjadi remaja dalam melihat, merasakan dan bertindak. Pola makan anak sebelum dan selama pubertas dapat memengaruhi usia anak mencapai pubertas serta pertumbuhan anak selama masa pubertas. Bahkan, pola makan ibu selama kehamilan juga diduga berkaitan dengan usia anak memasuki pubertas.

Serangkaian perubahan hormonal akan memicu produksi hormon luteinizing dan follicle-stimulating hormone yang mulai berubah dalam tubuh. Anak laki-laki dan perempuan akan memasuki lonjakan pertumbuhan di mana mereka mengalami penambahan tinggi badan yang signifikan. Di masa puber, remaja laki-laki mulai memroduksi testosteron dan sel sperma. Sementara itu, telur dalam ovarium remaja perempuan mulai matang dan hormon estrogen mulai diproduksi. Perubahan fisiologis ini menandakan anak sedang dalam masa menuju kedewasaan seksual.

Usia remaja memasuki pubertas tergantung pada berbagai faktor, termasuk gizi. Sebagian besar anak perempuan memasuki pubertas antara usia 8 dan 13, sementara remaja laki-laki memasuki pubertas dari usia 10 sampai 15. Penelitian menunjukan bahwa anak-anak perempuan saat ini cenderung memasuki pubertas pada usia yang lebih muda dibandingkan dekade sebelumnya. Pola makan modern saat ini yang mencakup banyak makanan olahan, tinggi lemak, diduga menjadi penyebab mengapa fenomena ini terjadi. Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan kemungkinan seorang anak perempuan memasuki pubertas lebih awal dibanding anak perempuan seusianya. Pada anak laki-laki, obesitas bisa menyebabkan keterlambatan pubertas.

Selain memengaruhi usia awal pubertas, nutrisi juga memengaruhi perkembangan anak di masa pubertas. Pubertas memicu lonjakan pertumbuhan, yang meningkatkan kebutuhan kalori harian. Penerapan diet sehat membantu tubuh anak remaja tumbuh tanpa menjadi gemuk. Remaja juga membutuhkan lebih banyak protein, zat besi, kalsium, seng dan folat selama masa pubertas untuk pertumbuhan yang sehat. Anak perempuan yang sudah menstruasi sangat berisiko kekurangan zat besi. Asupan kalsium atau protein yang memadai selama masa pubertas dapat merusak pertumbuhan tulang dan otot, yang dapat memengaruhi kesehatan di kemudian hari.

Selain memperlambat masa pubertas pada remaja laki-laki, kelebihan berat badan dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Pola makan sehat sebelum dan selama masa pubertas sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan remaja. Faktor-faktor lain, termasuk genetika dan polusi lingkungan, juga mempengaruhi usia awal pubertas seorang anak.

Sumber gambar : caramenyembuhkanlipoma.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY