Posisi Bayi Sungsang dan Penanganannya

Melahirkan secara normal menjadi dambaan sebagian bagi sebagian besar ibu hamil. Namun, terkadang ada berbagai hal yang membuat ibu harus menjalani operasi caesar. Salah satu penyebabnya, adalah posisi bayi sungsang atau secara medis disebut presentasi bokong. Umumnya, bayi akan berpindah ke posisi persalinan beberapa minggu sebelum kelahiran di mana kepala menjadi lebih dekat dengan jalan lahir. Sedangkan pada kehamilan sungsang, posisi bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal, bokong atau kaki bayi yang akan keluar terlebih dahulu.

Apa yang menjadi penyebab posisi sungsang ini belum sepenuhnya dipahami. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan menduga kondisi ini disebabkan oleh:

  • Kehamilan kembar
  • Riwayat kelahiran prematur
  • Terlalu banyak atau terlalu sedikitnya air ketuban
  • Bentuk rahim tidak normal
  • Adanya tumor pada rahim (mioma) atau kista indung telur.
  • Hamil dengan plasenta previa

Posisi sungsang dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Frank breech, posisi bokong janin berada di bawah sedangkan tungkai berada di atas hampir menyentuh telinga.
  • Incomplete breech, kaki janin berada di atas sedangkan kaki lainnya berada di posisi bawah.
  • Complete breech, posisi bokong janin berada di atas mulut rahim sedangkan kedua kaki terlipat sempurna.

Beberapa minggu sebelum kelahiran, dokter dapat mendeteksi posisi bayi dengan menempatkan tangan pada perut untuk mencari posisi kepala bayi, badan dan bokong. Jika tampak bahwa bayi mungkin berada dalam posisi sungsang, dokter dapat melakukan pemeriksaan USG untuk mengkonfirmasi posisi bayi.

Bisakah lahir normal ?

Bayi dengan posisi sungsang bisa lahir normal dengan catatan bayi tidak terlalu besar untuk dapat melewati panggul ibu, tidak terdapat kelainan pada jalan lahir seperti tumor dan sebagainya, plasenta dalam keadaan dan posisi yang baik, serta tahapan pembukaan jalan lahir berjalan lancar. Jika semuanya memenuhi syarat, maka bayi bisa dilahirkan normal.

Meskipun sebagian besar bayi sungsang dilahirkan sehat, namun bayi lebih berisiko terhadap masalah-masalah tertentu. Cacat lahir sedikit lebih umum pada bayi sungsang. Cacat mungkin menjadi alasan mengapa bayi tidak bisa berpindah ke posisi yang tepat sebelum persalinan.

Jika posisi sungsang janin terdeteksi pada usia kehamilan 7 hingga 8 bulan, maka masih ada kemungkinan dilakukan prosedur koreksi untuk merubah posisi janin ke posisi yang tepat. Dokter mungkin melakukan External Cephalic Version (ECV), dengan menempatkan tangannya pada perut ibu dan perlahan mencoba memutar janin sampai kepala di bawah. Cara ini juga dibantu dengan USG. Cara ini efektif pada sekitar 70% kasus posisi bayi sungsang, dan semakin meningkatkan peluang ibu untuk melahirkan secara normal. ECV sangat bergantung dengan keahlian dokter yang menangani. Jika gagal pada saat perbaikan pertama, dokter mungkin akan mencobanya kembali dalam beberapa hari atau menyarankan persalinan melalui operasi caesar.

*pic carapedia.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY