Prinsip Pacaran Sehat

SehatFresh.com- Ketertarikan terhadap lawan jenis adalah sesuatu yang normal dan tidak dapat dipungkiri di kehidupan remaja. Di era modern ini, bahkan pacaran telah dijadikan semacam gaya hidup. Di kalangan remaja, beredar anggapan bahwa pacaran adalah tanda bahwa mereka “disukai”, dan remaja yang tidak memiliki pacar dianggap tidak laku. Dengan adanya anggapan tersebut, sayangnya belum banyak remaja yang mengerti apa pacaran dan bagaimana pacaran yang sehat itu.

Pacaran bisa dikatakan sebagai kegiatan yang akrab antara dua orang yang tertarik satu sama lain. Berdasarkan sejumlah studi, pacaran pada dasarnya ditujukan antara lain untuk bersenang-senang, mengenal lawan jenis lebih dalam, memperluas jaringan pergaulan dan hanya untuk status sosial saja. Namun, fakta saat ini menujukkan bahwa gaya berpacaran remaja sudah melebihi hal tersebut. Berpelukan, berciuman, saling raba, bahkan hubungan seksual telah dianggap sebagai bentuk kasih sayang terhadap pasangannya. Terlebih pengetahuan seks pada remaja masih sangat kurang membuat remaja masih belum bisa membedakan antara cinta, seks, dan pacaran. Mereka masih menganggap bahwa seks merupakan bukti cinta.

Sebagai pendidik utama bagi anak, orang tua seharusnya hendaknya jangan menganggap seks sebagai sesuatu yang tabu untuk dibicarakan pada anak. Bila orang tua bersikap tertutup, anak cenderung akan mencari informasi sendiri dari sumber yang tidak jelas seperti dari internet atau dari temannya. Pembahasan mengenai kesehatan reproduksi dan pacaran sehat perlu dilakukan melalui diskusi yang berkesinambungan, sejak anak pra-sekolah hingga remaja dengan gaya penyampaian dan tema yang tentunya disesuaikan dengan usia anak.

Orangtua dan anak juga bisa menyepakati aturan tentang berpacaran atau pergaulan dengan lawan jenis, misalnya batasan yang tidak boleh dilanggar dan mana yang masih bisa didiskusikan. Orang tua perlu menekankan apa konsekuensinya jka anak melanggar. Pasalnya, pacaran sehat tidak hanya berarti menghindari dari rangsangan seksual atau hubungan seks saja, tapi juga tidak menyakiti baik secara fisik maupun psikis. Tanamkanlah pada anak bahwa prinsip pacaran sehat itu mencakup sehat secara fisik, sehat secara emosional, sehat secara sosial dan sehat secara seksual.

  • Sehat secara fisik, berarti tidak ada kekerasan dalam pacaran.
  • Sehat secara emosional, berarti hubungan yang dibina terjalin dengan baik dan nyaman satu sama lain disertai pengertian dan keterbukaan serta mampu mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik.
  • Sehat secara sosial, berarti tidak mengikat satu sama lain di mana interaksi sosial dengan orang lain tetap terjaga.
  • Sehat secara seksual, di mana keduanya dapat saling menjaga dengan menghindarkan diri dari hal-hal yang berisiko, apalagi melakukan hubungan seksual. Tanamkanlah dalam diri bahwa “saya menghargai tubuh saya, saya tidak mau mencelakai tubuh saya dan saya juga menghargai tubuh orang lain”.

 

Sumber gambar : www.michaelfrofile.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY