Remaja Juga Perlu Imunisasi

SehatFresh.com – Kebanyakan orang mungkin mengira imunisasi hanya diperuntukkan bagi balita. Ternyata, tidak hanya pada balita, remaja pun membutuhkan imunisasi baik yang bersifat rutin maupun imunisasi yang diberikan karena keadaan khusus. Imunisasi ini penting sebagai upaya pemeliharaan kekebalan tubuh tehadap berbagai macam penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun parasit dalam kehidupan menuju dewasa. Pasalnya, imunitas dari pemberian imunisasi lengkap sewaktu masa bayi dan anak-anak tidak dapat bertahan seumur hidup. Selain itu, banyak penyakit serius yang dapat terjadi pada usia remaja (seperti kanker serviks terkait dengan infeksi HPV yang meningkat pada remaja perempuan).

Usia sekolah dan remaja merupakan rentang waktu di mana dapat terjadi paparan lingkungan yang luas dan beraneka ragam. Imunisasi pada usia ini pada umumnya adalah vaksinasi ulang untuk hampir semua jenis vaksinasi dasar pada usia lebih dini, diantaranya yaitu; hepatitis B, polio, varisela, hepatitis A, difteri dan tetanus (DT), influenza, pneumokokus, rubela, campak dan gondongan serta ditujukan juga untuk pencegahan penyakit yang rentan menyerang anak usia remaja, seperti infeksi HPV dan influenza.

Seperti dilansir dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), rekomendasi terkait pemberian imunisasi pada remaja belum ditentukan, akan tetapi Amerika Serikat telah merekomendasikan jadwal pemberian imunisasi pada remaja melalui lembaga Advirsory Committee on Immunization Practices (ACIP). Berikut adalah imunisasi direkomendasikan oleh ACIP yang penting untuk remaja :

  1. Vaksin Tdap

Tdap adalah vaksin untuk perlindungan terhadap tetanus, diphtheria toxoids dan acellular pertussis. Selain vaksin untuk tetanus, vaksin ini juga ditujukan untuk perlindungan dari difteri dan pertusis. Vaksin Tdap direkomendasikan untuk remaja usia 11 hingga 12 tahun.

  1. Vaksin meningokokus

Vaksin meningokokus ditujukan untuk melindungi remaja terhadap bakteri meningitis. Bakteri meningitis adalah infeksi serius pada otak dan tulang belakang yang membunuh sekitar 10-15 persen dari orang yang terinfeksi. Vaksin ini secara rutin diberikan pada remaja usia 11 hingga 12 tahun.

  1. Vaksin Human Papilloma Virus (HPV)

Vaksin HPV diindikasikan untuk semua perempuan dari usia 9 sampai 26 tahun. Vaksin ini ditujukan untuk perlindungan terhadap HPV, virus yang menyebabkan kanker serviks dan kutil kelamin.

  1. Vaksin influenza

Vaksinasi flu sekarang dianjurkan untuk semua anak dari usia 6 bulan sampai 18 tahun. Di Indonesia, vaksin ini biasanya bisa diberikan kapan saja (tidak bergantung musim) dan biasanya diberikan rutin setiap tahun sekali.

Ada juga vaksin pilihan yang mungkin dibutuhkan remaja sesuai dengan masalah kesehatan kronis atau faktor lain yang mendasarinya, vaksin tersebut adalah:

Vaksin hepatitis A

Vaksin hepatitis A digunakan untuk perlindungan terhadap hepatitis A. Dua dosis vaksin diberikan sekurang-kurangnya enam bulan secara terpisah. Remaja yang tinggal di daerah dengan kasus hepatitis A yang tinggi harus mendapat vaksinasi. Selain itu, remaja yang bepergian ke negara-negara tertentu juga penting untuk mendapatkan vaksin ini.

Vaksin Pneumococcal Polysaccharide (PPV23)

Vaksin Pneumococcal Polysaccharide (PPV23) ditujukan untuk perlindungan terhadap infeksi pneumokokus yang dapat menyebabkan penyakit pneumonia, meningitis atau bakteremia. Vaksin ini tidak diberikan secara umum. Remaja yang mungkin membutuhkan vaksin ini adalah remaja dengan kondisi medis tertentu seperti penyakit sel darah merah sabit, diabetes, penyakit jantung kronis dan penyakit paru-paru kronis.

Sumber gambar : tumbuh-kembang.co.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY