Remaja Mengalami Alergi Lebih Cenderung Depresi dan Kecemasan

0
2
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Makanan adalah salah satu hal yang termasuk dalam tiga pilar atau tiga hal yang dibutuhkan oleh manusia untuk melangsungkan kehidupannya atau disebut juga sebagai kebutuhan primer. Semua orang di dunia makan dalam sehari kurang lebih sebanyak tiga kali sehari, mulai dari makan pagi atau sarapan, makan siang dan juga makan malam dengan berbagai macam makanan yang dikonsumsi.

Semua orang bisa memakan berbagai jenis makanan dikarenakan makanan bisa dibuat dari berbagai sumber baik sayuran dan daging-dagingan. Namun, dari banyaknya sumber makanan tersebut, ada juga orang tertentu yang tidak bisa mengonsumsi makanan. Yang biasa kita kenal dengan alergi. Alergi bisa terjadi pada siapa saja termasuk pada remaja.

Alergi ini membuat remaja harus menghindari beberapa jenis makanan yang menyebabkan ketidaknyaman apabila mereka mengonsumsinya. Ketidaknyamanan tersebut dapat berupa gatal-gatal pada tubuh, bintiik- bintik atau bentol merah dan lain sebagainya.

Selain muncul tanda-tanda gatal dan bintik merah, ternyata alergi ini juga membuat remaja cenderung mengalami gangguan psikologis berupa depresi dan kecemasan dibandingkan dengan remaja yang tidak memiliki alergi terhadap makanan tertentu.

Depresi merupakan suatu kondisi dimana penderita merasa sedih, merasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilangnya semangat dan juga dapat menganggu pola tidur penderitanya. Sedangkan kecemasan adalah ketegangan, rasa tidak aman dan khawatir yang timbul karena dirasakan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan bagi dirinya tetapi tidak diketahui sumber dan asalnya dari mana.

Remaja dengan alergi yang mengalami depresi dan kecemasan disebut juga dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) ini telah ditemukan dalam studi yang dipimpin oleh McMaster University, bahwa ibu dari remaja yang memiliki alergi terhadap makanan lebih mungkin melaporkan anaknya mengalami masalah emosional dan perilaku.

Dari studi tersebut 1.300 anak yang terlibat pada penelitian di Australia, para peneliti menemukan bahwa pada usia 14 tahun, sekitar sepertiga dari remaja dengan alergi makanan melaporkan mereka memiliki masalah emosional dan perilaku, tetapi lebih dari 46 persen dari ibu mereka melaporkan masalah tersebut. Studi ini juga dilakukan pada remaja yang sama berusia 21 tahun, 44 persen dari mereka dengan alergi makanan melaporkan masalah emosional dan perilaku, dan mereka dua kali lebih mungkin untuk memiliki gejala depresi yang berlangsung dari remaja dibandingkan rekan mereka yang normal. (DKA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY