Rendahnya Tingkat Testosteron Berisiko Naiknya Depresi, Kelelahan dan Mudah Marah

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hormon, merupakan kata yang sering kita dengar atau kita ucapkan kita berusaha menjelaskan tentang hal yang berkaitan dengan ilmu kesehatan. Tetapi tidak semua orang mengerti apa itu arti sebenarnya dari kata hormon itu sendiri.

Hormon berasal dari kata bahasa yunani “hormein” yang memiliki makna memacu atau menggalakkan. Serta berasal juga dari bahasa yunani “hormao” yang memiliki arti menggairahkan atau membangkitkan. Dari dua asal kata tersebut, secara sederhana bisa kita artikan bahwa hormon selalu berkaitan dengan hal-hal yang menentukan keinginan, kebutuhan dan aktivitas sehari-hari dari suatu organisme atau manusia dan mahluk hidup.

Menurut beberapa ahli, hormon memiliki beberapa fungsi seperti untuk mempertahankan keseimbangan keadaan tubuh dengan lingkungan di sekitarnya, mengontrol pertumbuhan tubuh, mengintegrasikan dan mengoordinasikan kegiatan antara sistem hormon serta saraf di dalam tubuh dan mengatur reproduksi, berupa perkembangan sifat kelamin sekunder pada laki-laki dan perempuan.

Salah satu jenis hormon yang sering kita dengar khususnya pada laki-laki adalah hormon testosteron. Walaupun sebenarnya perempuan juga memiliki hormon testosteron, tetapi kandungannya atau kadarnya lebih banyak pada tubuh laki-laki.

Hormon testosteron adalah hormon yang perannya sangat penting bagi laki-laki seperti berpengaruh terhadap libido, pembentukan masa otot serta menentukan perubahan seks sekunder pada pria. Oleh karena itu agar dapat berfungsi dengan baik dibutuhkan keseimbangan testosteron dalam tubuh pria. Jika terjadi ketidakseimbangan testosteron pada pria maka akan berbahaya.

Testosteron yang terlalu tinggi pada pria dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung, slepp apnea, mengembangkan payudara yang lebih besar, retensi cairan dalam tubuh, penurunan produksi sperma, masalah kulit dan munculnya kista dalam prostat.

Lalu apa yang terjadi ketika testosteron dalam tubuh pria rendah?. Rendahnya testosteron dalam tubuh pria disebabkan oleh multifaktor yaitu adanya kerusakan testis, kelenjar pituitary dan hipotalamus mengalami kerusakan, karena seseorang menderita tumor otak, sindrom klinefelter serta merokok dan mengonsumsi alkohol.

Seorang pria yang memiliki kadar testosteron rendah akan merasa kelelahan, otot kehilangan masa dan kekuatan, penyusutan testis, libido menurun, anemia, osteopoross dan penurunan ejakulasi.

Penelitian juga menyatakan bahwa ternyata rendahnya testosteron terkait erat dengan adanya peningkatan risiko depresi mudah lelah serta pria dengan testosteron rendah akan mudah marah. Oleh karena itu penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan kadar testosteron dalam tubuh sehingga kehidupan anda akan lebih baik, begitu juga dengan tingkat emosi yang baik. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here