Risiko Komplikasi Jika Remaja Memiliki Skoliosis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Skoliosis adalah kelainan rangka tubuh di mana tulang belakang melengkung ke samping secara tidak normal. Penyebab pasti skoliosis belum diketahui secara pasti. Sejauh ini, para ahli mengaitkan penyebab skoliosis dengan cacat lahir, kondisi genetik, dan beberapa penyakit, seperti cerebral palsy dan distrofi otot. Dan anak perempuan cenderung memiliki bentuk skoliosis yang lebih parah daripada anak laki-laki.

Orangtua yang memiliki anak menginjak remaja perlu ekstra waspada terhadap skoliosis. Pasalnya, kondisi ini paling sering terjadi selama fase ledakan pertumbuhan sebelum pubertas. Skoliosis ringan dapat berkembang tanpa orangtua atau anak sadari karena perkembangannya terjadi secara bertahap dan biasanya tidak menyebabkan rasa sakit. Seiring waktu, skoliosis bisa semakin parah dan menimbulkan komplikasi serius.

Secara umum, mereka yang memiliki skoliosis mungkin lebih sering mengeluhkan nyeri punggung. Rasa nyeri semakin intens seiring perkembangan kondisi yang semakin parah. Dampaknya pada penampilan pun akan semakin terlihat. Hal ini dapat memicu masalah psikologis, seperti stres dan depresi bagi penderitanya.

Jika ujung saraf tertekan oleh tulang belakang yang melengkung, sistem saraf juga bisa terpengaruh. Hal ini dapat mengakibatkan kaki terasa kebas dan menurunkan kemampuan untuk menahan buang air kecil maupun buang air besar.

Sudut kelengkungan tulang belakang yang semakin besar juga dapat mengurangi jumlah ruang di dalam dada, sehingga menyulitkan paru-paru untuk berfungsi dengan baik. Selain itu, jantung juga menjadi harus bekerja lebih keras dalam melakukan tugasnya memompa darah. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan jantung yang serius.

Begitu seriusnya komplikasi dari skoliosis ini, maka orangtua jangan menunda waktu untuk segera memeriksakannya ke pusat medis jika anak menunjukkan gejala-gejala skoliosis. Kemungkinan seseorang memiliki skoliosis bisa dilihat dari bahunya tidak rata, satu tulang belikat tampak lebih menonjol, pinggang tidak rata, dan satu pinggul tampak lebih lebih tinggi dari yang lainnya.

Penanganan skoliosis bisa beragam tergantung pada tingkat keparahannya. Skoliosis ringan umumnya tidak memerlukan brace (penyangga tulang belakang) atau operasi. Anak atau remaja dengan skoliosis ringan umumnya perlu dipantau setiap 4-6 bulan untuk melihat apakah ada perubahan pada kelengkungan tulang belakangnya. Untuk kasus skoliosis lebih parah, pasien mungkin harus mengenakan brace.

Brace memang tidak dapat meluruskan kembali tulang belakang, tetapi dapat mencegah kelengkungan bertambah parah. Jika kelengkungan tulang belakang mencapai atau melebihi 45 derajat, dokter biasanya merekomendasikan operasi agar tidak timbul masalah yang lebih kompleks. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here