Risiko yang Bisa Terjadi Jika Melakukan Induksi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Induksi persalinan bisa dilakukan karena berbagai alasan yang sah dan telah disetujui oleh dokter. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya induksi persalinan memiliki risiko tersendiri yang mungkin belum Anda ketahui. Berikut adalah beberapa risiko dari melakukan induksi yang perlu untuk Anda ketahui.

  1. Persalinan yang menyakitkan untuk Ibu dan bayi

Persalinan dengan cara induksi tentu akan memberikan rasa sakit pada ibu dan juga bayi. Hal ini disebabkan karena kontraksi yang dirasakan oleh ibu bisa dikatakan yaitu dengan cara dipaksa melalui obat-obatan induksi yang diberikan pada ibu. Bahkan setelah persalinan, rasa sakit yang diderita tersebut dapat memicu ibu mengalami sindrom baby blues. Bagaimana ini bisa terjadi? Induksi merupakan salah satu cara persalinan untuk mendorong persalinan normal yang dilakukan secara buatan.

Awalnya ibu akan mengalami kontraksi secara alami, namun kemudian ketika diberi obat-obat-obatan induksi, maka kontraksi yang dirasakan ibu akan dipaksa. Kontraksi tersebut dapat ditandai dengan kondisi bayi seperti gerakannya yang lebih banyak. Tentunya, dengan gerakan bayi yang lebih banyak dan lebih cepat tersebut, ibu akan merasakan sakit yang lebih. Cara ini sudah pasti akan membuat ibu mengalami rasa sakit yang lebih dan memungkin ibu mengalami depresi setelah persalinan. Hal ini dapat memicu ibu mengalami sindrom baby blues.

  1. Proses induksi yang gagal

Sekitar 75 persen, ibu yang baru pertama kali diinduksi akan melahirkan persalinan yang sukses. Namun, hal ini berarti bahwa sekitar 25 persen, ibu yang melakukan induksi dengan serviks yang belum matang, akan lebih besar kemungkinannya memerlukan bedah cesar.

  1. Denyut jantung yang rendah

Obat-obatan yang digunakan dalam induksi persalinan yaitu oksitosin atau prostaglandin, dapat menyebabkan kontraksi yang abnormal atau berlebihan pada ibu. Ini dapat mengurangi suplai oksigen bayi dan menurunkan detak jantung bayi.

  1. Infeksi

Beberapa metode dari induksi persalinan yang menyebabkan seperti pecahnya membran ibu, dapat meningkatkan risiko infeksi untuk ibu dan bayi. Keretakan yang terjadi pada membran yang berkepanjangan juga tentunya akan meningkatkan risiko pada keduanya.

  1. Pendarahan setelah melahirkan

Induksi persalinan meningkatkan risiko bahwa otot-otot rahim ibu tidak akan berkontraksi dengan baik setelah ibu melahirkan (atonia uterus), yang dapat menyebabkan perdarahan serius setelah melahirkan. Pendarahan ketika persalinan menjadi salah satu penyebab kematian ibu dan bayi sesaat setelah persalinan. Induksi akan menyebabkan gerakan janin yang sangat berlebihan sebagai responnya terhadap obat-obatan induksi. Gerakan bayi yang berlebihan ini menjadi faktor pemicu ibu mengejan yang bisa mendorong rahim pecah. Keadaan ini sangat buruk karena bisa menyebabkan infeksi dan komplikasi persalinan yang cukup memprihatinkan. (SFK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here