Situasi yang Membuat Anak Diam-Diam Menangis di Belakang Orangtua

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pribadi anak yang masih sensitif, membuatnya mudah sekali menangis. Dalam beberapa kondisi, bahkan seorang anak bisa menangis diam-diam tanpa diketahui orangtua. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini situasi yang bisa membuat anak menangis diam-diam di belakang orangtua.

Anak mendengar kabar buruk

Seorang anak jika mendengar ada anggota yang mendapatkan musibah atau mungkin meninggal dunia, bisa saja membuatnya menangis secara diam-diam. Terlebih lagi jika anak melihat banyak orang yang juga menangis atas peristiwa tersebut.

Anak yang memiliki perasaan sensitif, dalam pikirannya akan merasa ikut menanggung masalah yang sedang dialami keluarga. Orangtua perlu memberikan pengertian kepada anak, apabila menghadapi situasi seperti ini. Hibur anak agar tidak mengalami trauma psikologis.

Anak melihat orang tua bertengkar

Tidak ada anak yang senang ketika melihat kedua orangtua bertengkar. Terlebih jika pertengkaran itu memiliki hubungan dengan masa depan anak. Misalnya saja pertengkaran itu berkaitan dengan masalah keuangan seputar pendidikan.

Mengatahui hal itu, anak akan merasa menjadi penyebab pertengkaran orangtua. Anak akan merasa bersalah, sekaligus bersedih dan membuatnya menangis diam-diam. Alhasil orangtua harus bisa membaca situasi ketika menyelesaikan sebuah persoalan di dalam keluarga.

Orangtua bukan berarti tidak boleh bertengkar atau beda pendapat, namun hal tersebut jangan sampai berlebihan hingga menyebabkan KDRT. Selain itu jangan juga dilakukan dihadapan anak, karena dapat menimbulkan tekanan psikologis.

Anak mengalami bullying atau kekerasan seksual

Tidak semua anak berani bercerita kepada orangtua bahwa dirinya sudah menjadi korban bullying atau pelecehan seksual. Alhasil anak akan menangis diam-diam tanpa diketahui orangtua, untuk menumpahkan kekesalan hati.

Anak memang cenderung tidak ingin melibatkan orangtua ke dalam masalah yang muncul di sekolah. Di sisi lain anak juga tidak berani melaporkan kasus bullying tersebut kepada guru atau teman-temannya. Pada posisi ini, anak mengalami situasi yang sulit.

Umumnya anak-anak yang menjadi korban bullying atau kekerasan seksual bingung, sehingga tidak mengerti apa yang harus diperbuatnya. Terlebih jika pelakunya merupakan orang terdekat yang dikenal. Alhasil orangtua harus lebih memperhatikan anak, khususnya apabila muncul perilaku-perilaku yang tidak wajar.

Anak sering dimarahi atau dipukuli orang tua

Seorang anak bisa menangis secara diam-diam, apabila mengalami kekerasan di dalam rumah tangga. Misalnya saja anak sering dimarahi atau dipukuli orangtuanya. Pengalaman buruk di dalam keluarga dapat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang tertekan atau tidak percaya diri.

Dampaknya anak enggan menyampaikan pendapatnya atau berkomunikasi di dalam keluarga, karena mempunyai perasaan takut salah atau takut dipukul. Orangtua harus bijak dalam mendidik anak. Jangan sampai anak justru merasa nyaman berada di luar rumah, daripada berada di rumah sendiri. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here