Susah Hamil? Bisa Jadi Karena Infeksi Radang Panggul

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Membangun sebuah keluarga yang lengkap diinginkan hampir semua pasangan yang menikah. Keluarga lengkap di sini tentu berarti adanya kehadiran anak. Sayangnya, sejumlah pasangan tidak atau belum dikaruniai anak karena beberapa faktor, termasuk kesuburan.

Di Amerika Serikat, misalnya, berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention, 12% wanita kesulitan untuk hamil. Kadang-kadang, kondisi kesehatan tertentu membuat wanita semakin sulit hamil. Kondisi kesehatan ini bisa berupa datangnya penyakit. Salah satu penyakit yang berkaitan dengan kesuburan adalah radang panggul.

Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) merupakan salah stau jenis infeksi yang terjadi pada organ reproduksi wanita. Penyakit ini merupakan salah stau jenis penyakit kompilasi yang paling serius yang bisa menular melalui aktivitas seksual terhadap wanita.

Bahkan, penyakit ini juga bisa menyebabkan kerusakan yang permanen terhadap uterus, ovarium, saluran tuba, atau bahkan bagian lainnya yang masih berkaitan dengan sistem reproduksi wanita.

Radang panggul merupakan penyakit yang sebagian besar disebabkan oleh komplikasi dari penyakit menular seksual, terutama karena klamidia dan gonore. Oleh sebab itu, setiap keluhan klamidia dan gonorea harus segera diobati untuk mencegah radang panggul. Penyebab radang panggul lainnya adalah pertumbuhan berlebihan bakteri vagina atau prosedur aborsi dan pemasangan kontrasepsi spiral (IUD) yang tidak steril.

Penyakit radang panggul memiliki banyak dampak buruk terhadap kesehatan seorang wanita. Penyakit PID yang tidak diobati dapat menyebabkan jaringan parut dan terdapat cairan yang terinfeksi (abses) yang dapat berkembang di saluran tuba dan merusak organ reproduksi. Selain itu, komplikasi PID dapat mencakup:

  • Kehamilan ektopik

PID merupakan penyebab utama kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berkembang di luar rahim, biasanya di dalam tuba falopi. Kehamilan ektopik terjadi saat telur yang dibuahi tidak dapat membuat jalan melalui tuba falopi untuk tertanam di dalam rahim. Kehamilan ektopik dapat menyebabkan pendarahan yang mengancam jiwa dan memerlukan operasi darurat.

  • Infertilitas

PID dapat merusak organ reproduksi dan menyebabkan kemandulan (tidak mampu untuk hamil). Semakin sering terinfeksi PID, semakin besar risiko infertilitas. Menunda pengobatan untuk PID secara dramatis juga meningkatkan risiko infertilitas.

  • Nyeri panggul kronis

Penyakit PID dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Jaringan parut di saluran tuba dan organ panggul lainnya dapat menyebabkan nyeri selama hubungan seksual dan ovulasi. Radang panggul akut disebabkan oleh keterlambatan dalam penanganan penyakit ini. Akibatnya, infeksi oleh bakteri pun berkembang mulai dari tuba falopi hingga rahim. Merujuk dampak dari penyakit ini, Anda sebaiknya mencoba untuk berkonsultasi pada dokter ahli secara intens dan berkelanjutan. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY