Tanda – Tanda HIV Pada Remaja

SehatFresh.com – Human immunodeficiency virus (HIV) adalah infeksi epidemik yang telah memengaruhi setiap negara di dunia. Virus ini paling sering ditularkan melalui terlindungi vagina dan anal seks dan berbagi jarum. Virus menyerang sistem kekebalan tubuh selama sekitar 10 sampai 20 tahun, dan berpotensi menyebabkan kegagalan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai acquired immune deficiency syndrome (AIDS).

Tidak hanya pada orang dewasa, remaja juga berada pada peningkatan risiko tertular HIV seiring dengan meningkatnya kasus seks bebas dan penyalahgunaan obat. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, ada sekitar 56.000 anak muda Amerika dengan HIV/AIDS dan sekitar 2.000 remaja baru didiagnosa setiap tahun. Remaja dengan HIV menunjukkan berbagai gejala tergantung pada berapa lama mereka telah terinfeksi.

  • HIV akut

Gejala HIV akut biasanya muncul dalam waktu dua sampai empat minggu setelah infeksi awal. Menurut HIV-Symptoms.info, tanda-tanda yang paling umum dari infeksi akut termasuk demam, sakit kepala, nyeri pada anggota badan, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, kelelahan, kehilangan nafsu makan, diare, ruam kulit, mual dan nyeri otot. Gejala-gejala akut HIV biasanya mereda dengan dua minggu. Diagnosis terkadang menjadi sulit karena gejala-gejala infeksi akut mirip dengan kondisi yang disebabkan hal lain, seperti flu. Jika orang tua khawatir anak mereka mungkin memiliki HIV, sebaiknya segara lakukan tes darah daripada menggunakan tanda-tanda visual saja.

  • Stadium menengah

Setelah infeksi akut telah mereda, virus terus melemahkan sistem kekebalan tubuh dengan mengurangi jumlah sel darah putih. Periode ini bisa bertahan sampai 10 tahun dan gejala dapat bervariasi tergantung apakah pasien mengambil obat anti-retroviral. Anak-anak yang terinfeksi HIV dapat menunjukkan gejala tahap menengah selama masa remaja mereka. Mayoclinic.com menyatakan bahwa beberapa gejala umum HIV stadium menengah adalah pembengkakan kelenjar getah bening, diare kronis, penurunan berat badan kronis, demam berulang dan batuk dengan sesak napas. Gejala stadium menengah lainnya termasuk kelelahan kronis, ruam kulit persisten, kehilangan memori jangka pendek dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi herpes.

  • Stadium akhir

Remaja yang menunjukkan gejala stadium akhir HIV kemungkinan adalah mereka yang saat lahir atau sejak bayi telah terinfeksi. Perkembangan penyakit memerlukan waktu sekitar 10 tahun atau lebih. Seiring dengan perkembangan penyakit, pasien mulai menunjukkan tanda-tanda sistem kekebalan terancam. Mereka mungkin mengalami kesulitan menaikkan berat badan untuk tumbuh normal, memiliki masalah dengan berjalan dan mengalami keterlambatan perkembangan mental. Menurut National Institute of Allergy and Infectious Diseases, gejala HIV tingkat lanjut adalah keringat malam, kelelahan ekstrim, pembengkakan kelenjar getah bening berkepanjangan, pneumonia, bintik-bintik merah atau coklat pada kulit, kehilangan memori, depresi dan gangguan neurologis lainnya.

Banyak remaja Indonesia belum memahami masalah HIV dan penyakit AIDS secara komprehensif. Pengetahuan mereka tentang penyakit dan kekerasan seksual juga cenderung masih minim. Begitu disayangkan, pendidikan tentang seks sebagai salah satu upaya pencegahan HIV/AIDS terkadang masih dianggap tabu sehingga belum mendapat perhatian yang cukup dari berbagai kalangan. Pendidikan seks sedini mungkin perlu menjadi perhatian baik bagi orang tua, guru dan pihak lainnya sejak anak sudah mulai mengerti dan dapat melakukan hubungan seks.

Sumber gambar : tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY