Dampak Paparan Asap Selama Lima Bulan Bagi Kesehatan

SehatFresh.com #DokterTalk – Kamis 22 Oktober 2015 pemerintah memutuskan menyediakan kapal sebagai  tempat evakuasi khusus untuk penduduk dengan kondisi tertentu. Langkah ini perlu dihargai sebab dengan ISPU diatas 300 jelas sudah membahayakan kesehatan kita, terutama bagi penderita lemah jantung, asma dan PPOK. Penyakit jantung koroner, bayi,balita, geriatri dan ibu hamil. Mereka yang disebut diatas diprioritaskan untuk dievakuasi segera sebab sudah puluhan dilaporkan meninggal pada area2 yang dengan paparan asap jauh melampaui ambang aman. Pada hari yang sama dilaporkan juga bahwa jarak pandang di Pekanbaru hanya mencapai 50 m, bisa dibayangkan tebalnya asap dan tingginya pencemaran yang terjadi.

Menjadi pertanyaan kita kenapa kebakaran hutan yang terjadi di Malaysia dengan variabel lingkungan sama dengan kita bisa mereka i lokalisir, berlangsung singkat  dan tak jadi bencana. Apalagi bila dibandingkan dengan kebakaran hutan yang juga terjadi di musim panas di hutan-2 tertentu di Eropah, Australia dan Amerika bisa dengan mudah mereka padamkan dalam hitungan hari walau tak diikuti musim hujan.

UU sebagai rambu-2 kita sudah miliki, kenapa masih terjadi pelanggaran masif, jelas disini kita akui kita sebagai bangsa masih harus banyak belajar menata hutan dan diri kita.

APA SAJA KANDUNGAN ASAP

Saat kebakaran berlangsung maka asap, api dan panas yang terjadi menimbulkan  berbagai partikel-2 asam organik, aldehyde dan hidrochloride  dan gas beracun seperti carbon monoksida, sianida, tergantung dari materi yang terbakar, secara bersamaan kadar oksigen disekitar kebakaran tersebut akan anjlok. Dari gambaran warna bola api yg tampak kita bisa memperkirakan bahan apa yang terbakar misalnya merah maka dominan yang terbakar  adalah substansi hidrokarbon. Kuning maka yang dominan terbakar adalah bahan dasar kayu/ gambut.. Kebakaran pada lokasi kayu dan bahan yang mengandung unsur petroleum seperti sebagian hutan kita yang terbakar akan memunculkan asap. Asap adalah kumpulan atau suspensi daripada partikel-2 diudara dan gas beracun.

Terhisap asap yang terjadi tiba2 dalam jumlah besar adalah penyebab komplikasi serius dan kematian yang tinggi. Begitu juga terpapar asap karena kebakaran berlarut / berminggu sampai bulan dengan indek pencemaran udara diatas 300 yang membahayakan, terutama bagi penderita seperti lemah jantung, asma bronkial, penyakit paru obstruktif menahun  akan terjadi eksaserbasi yang bisa berakhir fatal. Para manula, penderita jantung koroner, bayi, anak-2 dan  ibu hamil adalah subjek yang rentan terhadap berbagai penyakit akibat berlarutnya paparan asap ini.

Respon tubuh kita terhadap masing-masing gas iritan bervariasi dan berkaitan dengan derajat iritasi akut dan kelarutan iritan tersebut di dalam air. Gas yang tidak terlalu iritatif seperti ozon, mercury, karbonil nikel bila terhisap dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan kerusakan pada saluran pernafasan secara keseluruhan. Gas yang sangat iritatif  seperti ammonia dan asam hidroklorida bila terhisap cukup dalam dapat menyebabkan kerusakan akut pada saluran pernafasan atas. Gas yang kurang larut dalam air seperti khlorin, Cadmium, Zinc Khlorida, Osmium Tetraoksida dan Vanadium dapat menyebabkan kerusakan pada keseluruhan saluran nafas bawah.

Mekanisme kerusakan pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh gas-gas tersebut berbeda-beda. Kebanyakan disebabkan karena gas tersebut bersifat asam yang kuat atau bersifat basa kuat. Gas seperti asam hidroklorida, asam sulfur,  dan ammonia cenderung bereaksi lebih cepat pada mukosa saluran nafas atas dengan mengubah pH sehingga mengakibatkan kerusakan sel.

Saluran nafas atas dan bawah serta permukaan jaringan  paru yang luas dilindungi dari substansi berbahaya yang berasal dari lingkungan oleh berbagai mekanisme pertahanan tubuh kita. Udara yang dihirup akan dilembabkan dan dihangatkan sehangat suhu tubuh kita, dan partikel-partikel yang lebih besar akan dibersihkan dari  saluran nafas atas dan bawah dengan mekanisme bersin dan batuk.

Pada paparan berulang dan lama seperti yang terjadi saat ini diberbagai lokasi negeri kita maka mekanisme pertahanan ini tidak cukup kuat untuk berhadapan dengan banyak substansi fisik dan kimia yang dapat menyebabkan kerusakan saluran nafas dan paru.

Dari berbagai laporan forensik seperti kebakaran di Coconut Groove Night Club Boston 1942 dengan korban meninggal 491 orang tanpa kerusakan kulit serta kebakaran di MGM hotel Las Vegas 1980 ditemukan partikel-2 asap dan racun dari gas yang terbentuk  yang menempel pada saluran pernafasan atas, bawah dan jaringan paru setiap korban  sebagai penyebab kematian mereka.

APA YANG TERJADI PADA TUBUH KITA

Tanda dan gejala setelah inhalasi asap adalah rasa berat didada, batuk, sesak nafas, mengi, sianosis/kulit membiru, suara serak. Adanya luka bakar atau lebam merah pada area wajah/mata merupakan petunjuk terdapat inhalasi asap cukup berat. Setelah 12 sampai 48 jam terpapar dan terhisap asap berat, terdapat hipoksemia (penurunan kadar oksigen di darah), dan compliance(kelenturan paru untuk mengembang –mengempes)­ berkurang sehingga dapat mengakibatkan edema paru non kardiogenik (terbendungnya darah dalam paru). Hasil Roentgen dada memperlihatkan infiltrat yang menyebar. Komplikasi terbesar adalah infeksi, sering disebabkan Pseudomonas aeruginosaatau Staphylococcal aureus. Infeksi dapat disebabkan karena organisme yang terhirup, atau penyebaran melalui darah yang berasal dari kulit yang mengalami luka bakar.

ARDS dapat terjadi setelah 24-48 jam setelah paparan awal, Penyebab ARDS masih kontroversial, kemungkinan dapat disebabkan pneumonitis yang berasal dari substansi kimia yang terdapat pada asap, juga karena gangguan pembekuan darah, mikroembolism, dan edema paru neurogenik.

Pada paparan api dan asap yang besar dan menderita luka bakar  yang berat, sepertiga dari pasien akan terkena komplikasi paru. Substansi atau partikel yang  yang berasal dari asap merupakan iritan mukosa yang poten dan dan dapat menyebabkan konstriksi dari bronkus yang berkontribusi menyebabkan kerusakan pada saluran pernafasan dan jaringan paru.

Kerusakan karena suhu yang tinggi dan paparan asap tebal berakibat sbb :

  1. Reaksi cepat

Paparan suhu tinggi dan asap tebal yang langsung mengenai saluran pernafasan atas akan menyebabkan terhisapnya berbagai partikel asap, dan gas toksik diikuti sumbatan saluran pernafasan atas, intoksikasi karbon  monoksida, sianida dan sebagian berakhir sebagai Adult Respiratory Distress Syndrome (ARDS) dengan angka kematian diatas 50%, ini terjadi 24-48 jam.

  1. Komplikasi lambat/subakut/khronik/minggu/bulan

Paparan berminggu-minggu dengan asap pada penderita yang rentan kerusakan saluran nafas memudahkan terjadinya Pneumonia (radang paru), Atelektasis (kempesnya sebagian lobus paru), tromboembolism (sumbatan disebabkan emboli), dan restriksi dinding dada (‘Compliance’/ menurunnya kemampuan kembang – kempis paru).

Khusus gas beracun :

Pasien dengan PPOK, Asma bronkial, Lemah jantung dan penyakit jantung koroner lebih sensitif terhadap keracunan karbon monoksida. Gejala yang terlihat adalah sakit kepala, mual, muntah, bingung, dan gangguan penglihatan. Gejala yang lebih parah adalah kejang, penurunan kesadaran, koma, dan meninggal. Dapat juga terjadi asidosis metabolik, edema paru, dan rabdomiolisis (radang otot). Tanda klasik yang terlihat seperti bibir dan dasar kuku yang merah seperti buah cherri dapat juga ditemukan. Tingkat keparahan gejala tidak berhubungan dengan level HbCO namun dengan durasi paparan.

PENATALAKSANAAN OLEH TENAGA MEDIS

Gejala yang ringan dapat hilang sendiri bila pasien dipindahkan ke tempat yang aman dari paparan. Pada pasien yang koma harus diberikan oksigen 100% melalui Endo Tracheal Tube sampai level HbCO <5%. Pasien dengan penurunan kesadaran atau gejala gangguan neurologis lainnya, atau level HbCO> 25% sebaiknya mendapat terapi oksigen hiperbarik. Terapi tambahan seperti kortikosteroid, hiperventilasi, manitol, hipotermia, direkomendasikan untuk kasus yang serius, namun keuntungannya masih kontroversil.

Pemulihan gangguan neurologis pada pasien dengan keracunan karbon monoksida yang ringan atau sedang adalah baik. Prognosis pada keracunan monoksida yang berat bervariasi. Ditemukan adanya ganggua memori jangka pendek, depresi dan gejala yang berkaitan dengan lesi basal ganglia.

Komplikasi yang mengancam nyawa adalah obstruksi saluran pernafasan atas dan keracunan karbon monoksida atau sianida. Pasien yang mengalami ini harus diobservasi secara ketat. Peradangan pada saluran nafas atas dan bawah dapat dideteksi dengan bronkoskopi fiberoptik (teropong fiberoptik saluran nafas).  Analisis gas darah harus dilakukan dan intubasi atau trakeostomi harus secepatnya dilakukan apabila diperlukan. Kortikosteroid  dapat dipakai untuk menangani edema, namun harus diperhatikan dalam penggunaan karena terdapat resiko super infeksi. Antibiotik profilaksis tidak bermanfaat dalam mencegah pneumonia. Penghisapan lendir atau pembersihan jalan nafas dengan alat hisap yang steril harus dilakukan untuk mencegah pneumonia. Bronkoskopi serial mungkin diperlukan untuk mengeluarkan sumbatan dari dahak sehingga dapat mencegah atelektasis (pengempesan) segmental paru.

Perhatian untuk penderita dengan penyakit khronis Jantung, Liver, Ginjal, Paru, Autoimmun dan berbagi Penyakit degeneratif lainnya

Paparan asap bisa menimbulkan komplikasi pernafasan yang cepat sekali memperburuk kondisi imunitas mereka yang memang sudah rendah. Kekambuhan akut ( eksaserbasi) pada para penderita Asma Bronkial, PPOK,  lemah jantung, serta serta berbagai kondisi sakit saluran pernafasan dan jaringan paru lainnya. Hal yang sama juga mengancam kondisi bayi, manula, balita dan ibu hamil .

Berat ringannya kerusakan saluran nafas atas/bawah dan paru tergantung pekat dan luasnya asap yang terbentuk dan panas yang terjadi.

Perhatian untuk kita-2 yang berbadan sehat,

Umumnya tubuh kita mempunyai kemampuan alamiah menghadapi paparan asap dengan ISPU rendah, kita punya mekanisme  bersin/ batuk bila partikel masuk, dan nafas akan menjadi cepat bila tehisap sesaat gas-2 toksik. Tapi pada ISPU yang diatas ambang bahaya setiap individu akan alami gangguan, terutama saat kondisi demam, masuk angin, kurang tidur, dimana daya tahan tubuh menurun maka paparan partikel dan gas beracun dari asap, akan cepat mengundang datangnya infeksi saluran nafas dan paru.

PENCEGAHAN

Pencegahan individual dengan mengurang paparan asap berupa mengurangi keluar rumah menggunakan masker yang terstandar seperti N 95, menjaga daya tahan tubuh bisa mengurangi kemungkinan fatal tsb. Perhatian khusus harus diberikan pada anak kecil dibawah 6 tahun, manula dan ibu hamil yang lebih rentan terkena efek samping inhalasi asap ini.

Menjaga udara dalam ruangan tertutup sebersih mungkin, bila ada air conditioner akan baik sekali. Hindari dalam ruang tetutup tersebut memasak dengan sesuatu yang membetuk asap, menyalakan lampu bakar atau lilin. Terakhir yang paling baik bila udara  sekitar lokasi sudah jauh diatas indeks aman  yaiut evakuasi atau mengungsi dari jalur kebakaran.

Apa yang bisa dilakukan dokter : ikut aktif di klinik 2 menangani kasus yang alami gangguan akibat asap ini. Ikut aktif mempromosikan penghindaran papaparan asap, dengan mengurangi keluar rumah untuk hal2 yang amat penting saja.  Dilemanya rumah2 penduduk dipedesaan tak seperti diperkotaan yang ber AC dan bisa cegah masuknya asap, rumah mereka justru ventilasinya terbuka(seperti rumah Upin Ipin dalam cerita TV yang sering kita tonton sehingga bisa dibayangkan sulitnya pencegahan) dimana bila ada angin bertiup,  asap pastilah masuk kerumah rumah mereka.

Dr.dr. Zulkifli Amin SpPD KP

Perhimpunan Seminat Respirologi dan Penyakit Kritis,

Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia/PAPDI

[email protected]

Sumber gambar : jurnaltoddoppuli.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY