Tato Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Merajah anggota tubuh tertentu dengan cara tato permanen adalah pilihan setiap orang. Namun, jika Anda berniat memasang tato pada tubuh Anda, sebaiknya pikirkan lagi. Pasalnya, tinta dari tato dapat menyebabkan kanker menyebar.

Efek negatif tato pun telah dianalisa melalui beragam penelitian. Beberapa tahun lalu, seorang wanita berusia 32 tahun harus berjuang melawan kanker serviks akibat tinta tato yang melekat dalam tubuhnya, yakni di bagian kaki dan paha. Ahli bedah asal California, Amerika Serikat Ramez Eskander mengatakan, tinta tato menyalakan kelenjar getah bening pasiennya. Hal inilah yang menyebabkan kanker berkembang biak.

Awalnya, dokter mengira bahwa bahwa kanker disebabkan oleh sel-sel kanker. Namun, saat di ruang operasi, dokter menyadari bahwa tinta tato yang menyebabkan bintik-bintik muncul. Mengapa hal ini bisa terjadi? Eskander mejelaskan, ketika seseorang memasang tato, tinta tato akan diserap ke dalam sel-sel limfatik dan bermigrasi ke tingkat kelenjar getah bening.

“Ketika scan PET menunjukkan kelenjar getah bening berwarna terang dan pasien memiliki banyak tato, maka itu adalah tanda positif bahwa Anda terkena kanker,” jelasnya.

Analisa serupa datang dari Badan Kimia Eropa (ECHA). ECHA memperingatkan, tinta yang digunakan untuk tato berpotensi beracun. Hasil penelitian menunjukkan, tinta tato dapat meningkatkan risiko kanker lebih besar pada tubuh seseorang.

Berdasarkan laporan penelitian seperti dikutip dari Mirror, tinta tato dapat menyebabkan masalah kulit, reaksi alergi, gatal-gatal yang menyakitkan yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Reaksi tersebut kemudian diikuti dengan peningkatan risiko kanker.

ECHA juga menyebutkan warna tato yang paling berbahaya, yaitu warna merah. Warna tinta merah untuk tato disebutkan paling berbahaya dibandingkan biru, hijau, dan hitam.

“Kekhawatiran yang paling parah adalah alergi yang disebabkan oleh zat dalam tinta yang berasal dari karsinogenik, mutagenik, atau reproduksi efek toksik,” tulis laporan ECHA.

Sementara itu, salah satu pemilik lima jasa tato di Kent, dan juga Presiden Tattoo and Piercing Union di Inggris Rick Steven menyambut baik hasil temuan tersebut. Menurut dia, saat ini terdapat lonjakan penjualan tinta tato murah dari Cina dengan kualitas yang diragukan.

Studi lainnya menunjukkan, lebih dari satu di antara 20 orang bertato menderita komplikasi karena tingginya tingkat infeksi, gatal, dan pembengkakan.

Para peneliti di New York University Langone Medical Centre menemukan, 6% dari orang dewasa yang bertato mengalami beberapa keluhan terkait gatal parah atau pembengkakan yang berlangsung lebih dari empat bulan. Bahkan dalam beberapa kasus, bisa selama bertahun-tahun. Mereka memperingatkan, jika pengobatan terhadap gejala itu tidak selalu berhasil. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY