Tips Aman Bertengkar dengan Pasangan di Depan Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pada awal pernikahan di rumah tangga pasti sesuatu yang muncul akan terasa membahagiakan bagi kedua pasangan. Namun waktu demi waktu seiring dengan kebutuhan keluarga dan sudah adanya anak dalam keluarga akan mulai muncul beberapa konflik yang berujung pada penyelesaian dalam jalan pertengkaran.

Orang tua yang bijak pasti akan menyelesaikan masalah keluarga atau pertengkaran di antara kedua orang saja. Tetapi, ada juga orang tua yang bertengkar di hadapan anaknya. Padahal bertengkar di depan anak tidak baik, selain membuat anak merasa bingung dan takut. Hal tersebut juga dapat mempengaruhi perkembangan psikologis anak. Oleh karena itu, saat bertengkar dengan pasangan anda harus mensiasati agar tidak di depan anak atau saat anak tidak di rumah.

Namun, ada kalanya saat anda sudah berusaha tak bertengkar di depan anak. Satu atau dua kali mungkin anda pernah bertengkar di depan anak. Jika hal itu terjadi, anda bisa melakukan tips berikut agar tetap aman saat bertengkar dengan pasangan dan di depan anak anda:

  1. Latihan pernafasan

Saat emosi memuncak dalam keadaan bertengkar memang sulit untuk dikendalikan. Tapi ada caranya untuk mengendalikan emosi agar tidak meluap saat ada anak yaitu dengan latihan pernafasan. Tarik dan hembuskan nafas sebanyak 10 kali saat emosi hendak terbakar.

  1. Perhatikan sekeliling anda

Saat bertengkar dengan pasangan jangan kalap mata. Perhatikan sekeliling anda mungkin saja anak anda sedang melihat anda bertengkar dengan pasangan. Jaga juga kata-kata yang anda keluarkan, jangan sampai anak mendengar kata-kata kasar yang berusaha anda lontarkan.

  1. Pindah tempat

Saat anak di rumah, anda bisa mensiasati pemecahan masalah dengan pasangan di tempat lain. Pindahlah ke teras atau kamar saat anak sedang asik dengan aktivitasnya. Sehingga anak tidak mendengar apa yang anda dan pasangan coba selesaikan.

  1. Kurangi volume suara anda dan pasangan

Anak mungkin belum memiliki pemikiran atau logika untuk memahami permasalahan yang anda dan pasangan alami. Tapi saat anda dan pasangan mulai menggunakan nada tinggi pasti mereka paham bahwa ada masalah antara anda dan pasangan. Hal tersebut yang dapat membuat anak anda takut. Jadi usahakan untuk mengurangi volume suara anda saat bertengkar di depan anak.

  1. Menjaga perasaan anak

Saat anak sudah terlanjur melihat anda dan pasangan bertengkar. Jangan lakukan hal yang membuat anak anda tidak senang seperti mencoba menjelekan pasangan anda. Justru seharusnya anda bercerita kepada anak tentang hikmah yang bisa di ambil dari kejadian yang anak anda lihat. (DKA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY