Teknik yang Benar Mengompres Anak

SehatFresh.com – Kesehatan anak tentu menjadi hal penting bagi semua orangtua. Baik anak pertama, kedua, ketiga, atau anak satu-satunya pasti ingin mereka semua sehat. Sayangnya, sakit kadang tidak bisa dihindari. Terutama bagi anak yang memiliki kegiatan padat, atau memiliki anak yang senang bermain.

Penyakit yang paling sering dialami ialah demam. Demam sebenarnya tak hanya menyerang anak-anak, tapi juga remaja dan dewasa. Demam merupakan gejala umum pada saat sakit. Suhu tubuh meningkat di atas normal. Baik pada bayi, anak-anak, maupun dewasa, peningkatan panas tubuh ini tetap harus diwaspadai dan dipantau. Kenaikan suhu tubuh yang berlebihan dapat memberikan implikasi medis yang serius. Pada bayi dan anak-anak, titik kritis panas tubuh ialah 38 derajat celcius. Sedangkan pada orang dewasa, suhu 39,4 derajat celcius. Pada titik suhu seperti ini sebaiknya harus diwaspadai.

Cara paling mudah untuk menurunkan demam ialah dengan mengompres. Ada dua taknik mengompres, yaitu kompres panas dan kompres dingin. Kompres dingin untuk saat ini dianggap tidak tepat. Kompres dingin tidak direkomendasikan untuk mengatasi demam karena dapat meningkatkan pusat pengatur suhu (set point) hipotalamus, mengakibatkan badan menggigil sehingga terjadi kenaikan suhu tubuh. Kompres dingin mengakibatkan pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi) dan meningkatkan suhu tubuh. Selain itu, kompres dingin mengakibatkan anak merasa tidak nyaman.

Dengan kompres panas, tubuh akan dirangsang untuk mengeluarkan keringat. Jika keringat telah keluar, secara alami suhu tubuh akan turun. Penggunaan kompres panas selama kurang lebih 10-15 menit akan membuka pori-pori dan mengeluarkan keringat sehinggga panas tubuh berkurang melalui proses penguapan.

Sebelum mengompres, sediakan baskom kecil berisi air hangat dengan suhu kurang lebih 38 ºC. Basahi handuk atau waslap dengan air hangat tersebut. Saat mengompres, buka baju balita. Letakkan handuk di ketiak dan lipatan paha, bukan di dahi. Ketiak dan lipatan paha dilintasi pembuluh darah besar, sehingga segera memberi sinyal ke pusat pengatur suhu di otak untuk menurunkan demam. Kompres bagian tersebut kurang lebih 10 menit. Bila handuk sudah berkurang hangatnya, ulangi lagi dengan membasahinya dengan air hangat. Kompres lagi sampai suhu tubuh anak menurun.

Selesai mengompres, seka bagian yang habis dikompres (kemungkinan basah) dengan cara menekan-nekan kulit, jangan digosok. Gunakan handuk kering. Kenakan kembali baju si kecil. Pilih baju yang tipis dan longgar sehingga membantu meredakan demam melalui proses penguapan. Tutupi anak dengan selimut tipis apabila kedinginan atau menggigil.

Banyak sekali alat kompres plester yang beredar di masyarakat. Apakah ini efektif untuk digunakan? Plester kompres terbuat dari hidrogel sebagai penyerap panas. Dilihat dari cara kerjanya, plester kompres sama dengan melakukan kompres dingin. Sesuai dengan uraian di atas, kompres dingin tidak direkomendasikan. Jadi sebaiknya jangan dilakukan. Namun, bila panas tubuh tidak juga turun, sebaiknya segeralah untuk mencari pertolongan medis.

Sumber gambar : caraterbarumengatasi.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY