Ternyata Menikah itu Banyak Manfaat Bagi Kesehatan Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sudah menjadi rahasia umum, jika banyak pria takut berkomitmen atau menikah karena khawatir setelah mempunyai istri akan mengekang kebebasannya melakukan hobinya. Namun, ternyata menikah justru banyak memberi manfaat besar bagi kesehatan pria.

Ketika sepasang kekasih mengucapkan janji untuk setia dalam sakit maupun sehat dalam ikatan sah suami istri, tampaknya pernikahan dapat memberikan manfaat kesehatan. Berdasarkan beberapa penelitian, pernikahan baik untuk kesehatan pria dan wanita. Efek paling signifikan terutama dirasakan oleh laki-laki.

Menurut penelitian, sebagian orang yang sudah bercerai pun akan merasa kesehatannya meningkat setelah menikah lagi. Efek positif pernikahan bersifat tetap meski orang tersebut memiliki latar belakang berbeda, baik dalam hal kekayaan, kelas sosial, dan pendidikan.

Sebuah penelitian mengenai hubungan antara penikahan dan kesehatan pria sebenarnya sudah pernah dilakukan sejak awal tahun 1858 yang dilakukan oleh seorang ahli epidemologi asal Inggris bernama William Farr.

Hubungan pernikahan dan manfaat terhadap kesehatan laki-laki sangat  erat dan tidak perlu diragukan lagi. Ketika seorang pria telah menikah, secara otomatis kadar hormon stres kortisolnya akan berkurang sehingga mengurangi kemungkinan terkena penyakit kronis dan membuat seorang pria hidup sehat lebih lama. Hormon kortisol dapat mempercepat pembentukan plak arteri yang nantinya mengarah pada penyakit aterosklerosis dan jantung.

Dalam sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1996 dengan judul “Marital Status and Mortality: The Role of Health” mengenai hubungan antara menikah dan kesehatan laki-laki. Didapatkan kesimpulan jika pria menikah berusia 50-70 tahun memiliki tingkat kematian lebih rendah dibandingkan dengan pria berumuran sama yang tidak menikah.

Hal ini dikarenakan pria yang sudah menikah cenderung lebih sedikit terlibat dalam perilaku atau perbuatan beresiko, seperti mengkonsumsi alkohol dan kurang merawat diri. Selain itu, setelah menikah dan memiliki anak, pria akan lebih jauh berperilaku sehat demi menjaga kesehatan anaknya.

“Meskipun pernikahan bisa membuat seseorang stres, tapi hal itu akan lebih mudah bagi orang tersebut untuk menangani kondisi stres tersebut dalam kehidupannya”, kata Dario Maestripieri, seorang profesor Comparative Human Development di University of Chicago.

Berdasarkan beberapa penelitian, ditemukan fakta bahwa menikah dapat memengaruhi banyak aspek dalam kehidupan seseorang, misalnya kecenderungan atau keberanian mengambil risiko, fungsi psikomotor, koordinasi serta kinerja kognitifnya.

Temuan lain dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Fhionna Moore, seorang psikolog asal Abertay University membuktikan bahwa seorang pria yang memilki kadar kortisol rendah akan membuat dirinya menjadi lebih menarik bagi perempuan. Selain itu, pernikahan mampu meningkatkan perasaan harga diri, kepercayaan diri seseorang, mengurangi depresi dan kecemasan seseorang. (Agus)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here