Tifus pada Orang Dewasa

SehatFresh.com – Tifus merupakan penyakit yang bisa menyerang orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak. Penyakit tifus adalah salah satu penyakit yang terjadi karena adanya peradangan pada usus. Penyakit ini biasanya dengan mudah menular. Penyakit tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella. Gejala dan tanda penyakit tifus diawali dengan demam tinggi, dan jika setelah satu minggu atau lebih, biasanya akan muncul panas dingin, kemudian disertai dengan sakit kepala atau pusing, dan sakit pada otot-otot dada.

Jika demam sudah berlangsung, akan muncul ruam atau bercak yang sangat khas pada tubu dan lengan, namun tidak akan muncul pada wajah. Ruam ini biasanya membentuk atau sama seperti luka memar kecil tapi jumlahnya banyak. Tanda dan gejala penyakit tifus yaitu berupa panas yang berlangsung selama kurang lebih dua minggu, biasanya demam tifus yang terjadi pada anak bersifat ringan, sedangkan yang terjadi pada orang dewasa bersifat demam berat. Bentuk dari epidemi demam tifus ini sangat berbahaya.

Tak sedikit orang yang mennggap penyakit tifus sebagai penyakit yang tidak menular. Namun sebenarnya penyakit ini bisa menyebar dengan cepat jika lingkungan perkembangan bakteri Salmonella typhi mendukung. Bakteri Salmonella typhi yang sudah masuk ke darah dan usus akan bertahan dalam tubuh.

Kondisi ini terjadi jika tidak diobati dengan perawatan yang benar. Dengan perawatan yang benar, maka bakteri bisa benar-benar bersih. Penyebaran penyakit tifus bisa berasal dari pemakaian peralatan makan secara bersama dalam kondisi lingkungan yang tidak bersih. Air dari lingkungan yang sudah tercemar bakteri Salmonella typhi akan mempercepat proses penyebaran. Jika bakteri ini sudah masuk ke dalam tubuh, maka bakteri akan menemukan lingkungan yang baik dalam usus dan bisa berkembang biak dengan cepat. Penyebaran dalam tubuh terjadi lewat aliran darah.

Penyakit tifus yang tidak tertangani dengan baik, atau diketahui dalam keadaan sudah parah dapat menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, baik di usus maupun di organ selain usus. Misalnya terjadi pendarahan di usus, bahkan usus bisa berlubang. Sementara pada organ di luar usus dapat menimbulkan komplikasi pada sistem peredaran darah, gangguan paru, ginjal, hati, dan juga sistem kesadaran.

Sumber gambar : www.anggaputra.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY