Tiga Efek Buruk Keseringan Makan Tengah Malam

SehatFresh.com – Kebiasaan makan akan memengaruhi metabolisme yang memengaruhi proses pencernaan makanan. Perubahan metabolisme dapat terjadi ketika Anda makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya. Pastinya, Anda pernah merasakan kelaparan tengah malam. Dalam beberapa kasus, makan selama jam larut malam tidak berbahaya atau bahkan membantu. Namun, asupan makanan berlebihan dan mengonsumsi makanan tertentu dapat menyebabkan masalah. Mengonsumsi sebagian besar kalori pada siang hari dalam bentuk makanan seimbang mempromosikan tingkat energi positif, mengendalikan nafsu makan dan kesehatan secara keseluruhan. Namun, ketika Anda keseringan makan larut malam, ada beberapa efek buruk bila Anda memilih makanan kurang sehat.

  1. Efek pada tidur

Jika Anda kelaparan selama jam malam, makanan ringan dapat membantu Anda agar bisa tidur. Bila lapar di malam hari, pilihlah makanan ringan yang sehat seperti oatmeal dengan susu rendah lemak. Hindarilah makanan besar dan makanan pedas, karena dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan justru mengganggu tidur. Makanan dan minuman berkafein seperti coklat, kopi dan minuman energi juga sebaiknya dihindari karena membuat sulit tidur, yang pada gilirannya menyebabkan pusing di siang hari.

  1. Efek pada berat badan

Makan makanan tertentu pada malam hari dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Orang sering melampiaskan rasa lapar mereka di malam hari pada mie instan atau keripik. Karena makanan ini padat kalori dan rendah nutrisi, konsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan asupan kalori berlebihan dan akhirnya mengakibatkan kenaikan berat badan. Makan makanan padat kalori di tengah malam dapat meningkatkan kesehatan jika Anda telah kehilangan berat badan karena sakit, perawatan medis atau nafsu makan berkurang. Ketika lapar di jam larut, sebaiknya pilih makanan padat kalori yang sehat seperti kacang-kacangan atau buah seperti alpukat bukannya makanan ringan olahan.

  1. Efek pada pencernaan

Refluks asam adalah kondisi umum di mana asam lambung bergerak kembali ke kerongkongan setelah makan. Kondisi ini sering disertai dengan gejala mulas, sensasi panas atau rasa sakit di bawah atau pertengahan dada. Refluks asam dan mulas berulang mengindikasikan gangguan pencernaan kronis yang disebut GERD (gastroesophageal reflux disease). Berbaring setelah makan dapat memicu refluks asam dan gejala GERD lainnya. Makan berlebihan atau makan makanan tinggi lemak, berminyak atau makanan asam pada malam hari meningkatkan risiko ini. Untuk alasan ini, disarankan untuk menghindari larut malam makan jika Anda rentan terhadap refluks asam atau mulas.

Sebenarnya, tidak salah untuk mengonsumsi makanan pada malam hari. Namun, dianjurkan untuk tidak makan dalam jangka waktu empat jam sebelum tidur. Sebaiknya tidur dengan lambung yang sudah kosong karena diperlukan waktu sekitar empat jam untuk mencerna makanan. Oleh karenanya, berikan jeda waktu empat jam dari sejak Anda makan sampai waktu tidur. Saat tidur, tubuh mengeluarkan hormon pertumbuhan 30 menit setelah kita tertidur. Hormon ini juga dihasilkan pada saat berolahraga.

Selain berperan dalam pertumbuhan, hormon pertumbuhan juga bertugas memecah lemak. Syarat agar hormon pertumbuhan dapat keluar dengan sempurna adalah lambung harus kosong. Jika hormon pertumbuhan keluar pada saat tidur, maka proses penguraian lemak akan semakin meningkat dan tubuh berada dalam keadaan siap membakar lemak.

Tidak makan empat jam sebelum tidur bukanlah hal mudah khususnya bagi mereka yang tinggal di perkotaan. Jalanan macet, lembur atau waktu bergaul dengan teman dapat membuat Anda pulang ke rumah lebih malam dengan keadaan tubuh yang sudah lelah dan lapar. Untuk menyiasatinya, Anda dapat  mengonsumsi makanan-makanan sehat saat sore hari, jauh sebelum jam tidur. Makan makanan kaya serat seperti buah bisa menahan rasa lapar Anda di malam hari.

Sumber gambar : ceritaperut.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY