Tujuh Jenis Kanker yang Rentan Dialami Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kanker adalah salah satu penyakit yang mematikan saat ini. Angka kematian global akibat kanker meningkat setiap tahunnya. Kanker juga mempunyai jenis yang beragam. Bahkan, beberapa tipe kanker hanya dialami oleh jenis kelamin tertentu. Dibandingkan wanita, pria lebih banyak yang mengabaikan kesehatannya sendiri. Ini menyebabkan pria lebih rentan terserang beberapa penyakit berbahaya tertentu termasuk kanker. Berikut adalah beberapa jenis kanker yang lebih rentan dialami pria:

  1. Kanker paru-paru

Kanker paru-paru merupakan gangguan kesehatan yang paling sering dialami pria. Risiko terkena kanker paru- paru meningkat dengan paparan asap rokok. Faktor lain yang memengaruhi penyakit ini adalah riwayat keluarga, tingkat polusi udara dan ekspos terhadap zat tertentu. Kanker paru-paru paling sering disebabkan oleh produk tembakau. Oleh karena itu, Anda harus berhenti merokok karena hal ini akan mencegah kerusakan lebih lanjut pada paru-paru. Pengobatan tergantung pada jenis kanker, stadium, lokasi, dan stamina pasien. Dengan tidak merokok berarti Anda mencegah kanker paru.

  1. Kanker hati

Kanker hati tiga kali lebih sering dialami pria dibanding wanita. Meskipun pria usia paruh baya dan orang tua lebih cenderung mengalami kanker ini, bukan berarti orang muda luput dari penyakit ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara hepatitis B dan kanker hati. Faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kanker hati adalah sirosis hati (matinya sel-sel hati) akibat minum alkohol dan mengkonsumsi mikotoksin (racun yang diproduksi oleh jamur pada kacang dan jagung yang membusuk), biasanya ditemukan pada daerah tropis. Salah satu Gejala kanker hati adalah perut bagian atas terasa nyeri dan kelihatan bengkak. Gejala lainnya yaitu hilangnya nafsu makan, berat badan turun, mual, anemia, dan tes kandungan kimia darah tidak normal.

  1. Kanker prostat

Setelah kanker paru-paru, kanker prostat adalah pembunuh terbesar kedua pria. Penyakit ini dapat diobati terutama jika terdeteksi pada tahap awal. Mendeteksi kanker prostat pada tahap awal ini cukup menantang karena tidak ada gejala penyakit sampai menyebar ke bagian lain dari tubuh. Skrining kanker prostat adalah cara terbaik untuk mendeteksi penyakit ini. Pria yang rentan terhadap kanker prostat adalah orang- orang yang memiliki riwayat keluarga serta pria keturunan kulit hitam. Faktor risiko lainnya adalah usia lanjut dan diet yang tinggi lemak.

  1. Kanker usus besar

Salah satu ciri kanker usus besar adalah pendarahan ketika buang air besar. Namun tidak semua pendarahan saat buang air besar menjadi indicator seorang pria mengidap penyakit ini. Kanker jenis ini kerap menyerang pria yang berusia 50 tahun ke atas. Meskipun begitu, kanker usus besar dipengaruhi gaya hidup dan pola makan ketika masih muda. Zat-zat yang bisa memicu kanker menumpuk dari hari ke hari, dan kanker usus besar semakin menjadi saat pria usia senja. Alkohol diyakini merupakan salah satu penyebab utama kanker usus.

  1. Kanker pankreas

Kanker pankreas merupakan salah satu kanker yang mematikan. Kanker ini sering disebut penyakit ‘diam’ karena gejalanya tidak terlihat. Biasanya kanker pankreas baru terdeteksi saat mencapai tahap sedang atau bahkan sudah tahap lanjut. Satu-satunya solusi adalah mengangkat pankreas dari tubuh si penderita

  1. Kanker penis

Kanker penis adalah kondisi medis yang ditandai dengan kelainan pertumbuhan sek-sel kanker pada kulit atau pada jaringan penis, organ seksual pria. Seringnya merokok atau virus HPV (Human Papilloma Virus) merupakan penyebab utama penyakit ini. Pria tidak disunat yang tidak menjaga kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis dan pria yang pernah menderita herpes genitalis memiliki resiko tinggi menderita kanker penis.

  1. Kanker testis

Kanker testis adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar), yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar). Terapi kanker ini adalah dengan operasi pengangkatan testis yang terkena, dan mungkin memerlukan kemoterapi atau terapi radiasi. Memeriksa testis sendiri merupakan salah satu cara untuk mendeteksi kemungkinan testis mengalami perubahan yang mengarah pada kanker.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here