Waktu Tepat Memerah ASI Agar Hasilnya Melimpah

0
7
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi di bulan-bulan pertama kehidupannya dan setiap bayi berhak mendapat ASI dari ibunya. Pekerjaan tak seharusnya jadi halangan bagi para ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada bayinya selama enam bulan. Solusi untuk masalah ini adalah ASIP (ASI perah). Sayangnya, masih banyak ibu menyusui yang mengeluh kalau ASI mereka hanya keluar sedikit saat diperah. Hal ini seringkali membuat para ibu pekerja kehabisan cadangan ASI. Untuk itu, ASI sebaiknya diperah di waktu yang tepat. Kapan waktunya?

Kunci mendapatkan ASIP yang maksimal adalah disiplin. Pada prinsipnya, memerah ASI adalah menggantikan waktu menyusui yang terlewat ketika ibu tidak bersama bayi. Ini mengacu pada prinsip supply and demand, yang berarti tubuh akan memproduksi ASI sesuai kebutuhan bayi. Bayi yang baru lahir umumnya membutuhkan ASI setiap 2-3 jam. Maka dari itu, sebisa mungkin perah ASI setiap 3 jam sekali. Hal ini perlu dilakukan secara konsisten demi kelancaran produksi ASI itu sendiri.

Dengan rutin memerah ASI pada interval tersebut, payudara akan secara otomatis mengirim isyarat ke otak agar tubuh memproduksi ASI kembali. Sebaliknya, jika tidak konsisten, produksi ASI bisa menurun. Salah satu alasannya karena produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin yang kadarnya ditentukan oleh seberapa sering dan banyaknya ASI dikeluarkan dari payudara, baik itu dengan menyusui bayi secara langsung atau memerah ASI.

Hisapan bayi saat disusui langsung adalah rangsangan terbaik untuk kelancaran ASI. Karenanya, sebaiknya ibu menyusui bayi secara langsung setiap kali ada kesempatan. Pada malam hari, hari libur atau sebelum berangkat bekerja misalnya, biarkan bayi menerima ASI langsung dari payudara ibu hingga kenyang dan sesering mungkin.

Dengan memahami bagaimana manajemen laktasi yang benar, para ibu pekerja dapat terus memberikan ASI bahkan hingga buah hati berusia dua tahun. Selain itu, ibu juga harus selalu memantau tanda kecukupan ASI pada buah hati. Ini bisa dilihat dari:

  • Buang air kecil setidaknya 6 kali sehari dengan warna urin yang kuning jernih dan tidak bau menyengat.
  • Buang air besar setidaknya 3 kali sehari dengan tinja berwarna kuning cerah dengan tekstur lembek.
  • Berat badan naik sekitar 200 hingga 230 gram per minggu.

Jika kenaikan berat badan bayi kurang dari 500 gram per bulan dan frekuensi buang airnya kurang dari seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya ibu segera berkonsultasi dengan ahli laktasi. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY