Waktu yang Tepat Memotong Tali Pusar Bayi Baru Lahir

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Dalam kehidupan dewasa, waktu menjadi sesuatu yang sangat penting. Bayangkan saja, betapa pentingnya juga waktu ketika kehidupan seseorang baru saja dimulai. Sebuah penelitian oleh Pediatrics membuktikan bahwa dengan melalukan penundaan dua menit pemotongan tali pusar, bisa membuat perkembangan kehidupan bayi lebih baik pada hari-hari pertama kehidupannya pasca kelahiran.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Granada, menjelaskan jika efek menguntungkan dari penundaan penjepitan atau pemotongan tali pusar bayi, yakni peningkatan kapasitas produksi antioksidan dan moderasi efek media inflamasi yang diinduksi selama jangka waktu bayi yang baru lahir.

Bayi baru lahir biasanya memiliki tali pusar bayi dengan panjang sekitar 50 cm, yang menghubungkan bayi dalam rahim dengan sang ibu. Tali pusar ini berfungsi sebagai pembawa oksigen dan nutrisi dari darah ibu untuk sang bayi. Proses tersebut berjalan melalui sebuah lubang di perut bayi menuju plasenta. Setelah lahir, tali pusar yang menempel para perut bayi harus dijepit di dua titik, lalu dipotong di tengahnya. Prosedur ini sedikit menimbulkan rasa sakit bagi ibu dan bayi.

Sampai saat ini, pemotongan tali pusar bayi tersebut masih menjadi bahan perdebatan. Beberapa dokter ada yang mengatakan sebaiknya tali pusar bayi segera dipotong setelah kelahitan, namun pendapat lainnya mengatakan nanti dulu. Kendati demikian, sebelum tali pusar dipotong, bayi masih bisa mendapat nutrisi dari plasenta hingga akhirnya hubungan dengan ibu pun terputus.

Dari sejumlah penelitan menunjukkan jika satu menit setelah bayi lahir, sekitar 80ml darah masih bisa disalurkan dari ibu ke bayi melalui plasenta. Pada tiga menit usai kelahiran, jumlah total meningkat menjadi sekitar 100 ml. Penambaha volume darah dan nutrisi yang didapatkan dari ibu ke bayi ini dapat mempengaruhi kesehatan bagi bayi itu sendiri. Hal inilah yang membuat peneliti di University of Granada memutuskan untuk menyelidikinya.

Beberapa kondisi mengharuskan tali pusar bayi segera dipotong

Keputusan tentang kapan waktu memotong tali pusar bayi harus dilakukan setelah persetujuan antara dokter dengan orang tua. Juga melihat pada proses persalinan, kondisi ibu, dan kesehatan bayi. Ketakutan awal yang sering muncul bahwa dengan menunda pemotongan tali pusar bayi dapat memicu perdarahan hebat pada ibu tidaklah terbukti benar. Namun, dokter tak akan menunda pemotongan tali pusar jika bayi diketahui memiliki masalah pernapasan atau membutuhkan perawatan darurat usai kelahiran.

Meskipun tidak ada masalah yang mendahului pada sang bayi, namun, kondisi bayi baru lahir juga perlu dipantau untuk mengetahui tanda dan gejala penyakit kuning serta satu peningkatan resiko terkait dengan menunda pemotongan tali pusar bayi. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here